Tuesday, October 27, 2009

people

Jangan salahkan orang ..
jika mereka tak memenuhi cita rasa kita
sedangkan kita selalu tak ambil kesah pasal mereka
kita selalu merendah-rendahkan mereka..

Jangan salahkan orang..
kalau mereka tak menepati masa
sedangkan kita selalu buat mereka tertunggu-tunggu
dengan sengaja.
mungkin itu tanda protes mereka terhadap kita.

Jangan salahkan orang..
kalau mereka tak menjawab panggilan atau membalas message kita
sedangkan kita selalu buat tak nampak je panggilan mereka
kita hanya pandang sepi
dan teruskan kerja lain seperti biasa

Jangan salahkan orang..
kalau apa yang kita cakap tak diambil peduli orang lain
sedangkan kita selalu buat ikut kepala sendiri
Malaysia ni kan negara demokrasi

Jangan salahkan orang..
kalau nasihat kita tak didengari orang
sedangkan kita sama je dengan orang yang dinasihati
cakap tak serupa bikin!

kesimpulanya..
jangan salahkan orang kalau buat perkara yang kita tak suka
sedangkan kita selalu buat benda yang orang tak suka
jangan selalu menunding jari, mencari kesalahan orang
sekali, dua kali tak pe..
boleh diterima dan consider lagi..
manusia mudah lupa..
tapi kalau dah jadi habit...

takut2 hilang kepercayaan orang terhadap kita
hilang rasa hormat orang terhadap kita

kita mungkin tak nampak perasaan orang
mereka still mereka yang sama
tapi mungkin juga mereka itu malas nak bangkitkan isu

Bebaskan diri kita dari berhipokrit ini
kerana itu adalah sifat2 orang munafik
iaitu "bila bercakap dia berdusta, bila berjanji dia memungkirinya dan bila diberi tanggungjawab dia mengkhianatinya."


p/s:entry ni tiada dituju pada mana pihak.cuma pendapat seorang yang kurang cerdik pandai.mungkin releven untuk sesetengah pihak.mungkin juga tidak relevan langsung untuk sesetengah pihak.relevankah aku dihatimu?

Monday, October 26, 2009

~lalala~

see me there soon..insya-allah

4 perkara

Renungilah empat perkara di bawah ini seperti yang pernah diperingatkan oleh Imam Al-Ghazali:

Pertama: Berurusanlah dengan Allah sepertimana kamu suka orang bawahanmu berurusan denganmu dengan cara yang terbaik.

Kedua: Setiap kali kamu bekerja dengan orang lain, perbuatlah sepertimana kamu mahu diperbuat ke atas diri kamu. Kerana tidak sempurna iman seseorang selagi mana dia tidak suka orang lain memperolehi sesuatu yang dia sendiri menyukainya.

Ketiga: Jika kamu mahu mempelajari sesuatu, pilihlah untuk mempeljari ilmu yang dapat memperbaiki hati dan memperbaiki jiwa dan sanubarimu.

Sekiranya kalau kamu tahu umurmu hanya tinggal seminggu sahaja lagi, sudah pasti kamu tidak akan memilih untuk mempelajari ilmu fiqh, tahudid, sirah, akidah dan sebagainya.

Dan mungkin juga kamu akan mengawasi hatimu dan berusaha melepaskannya dari belenggu dunia.

Kamu akan memperbaiki akhlakmu dan sibuk untuk beribadat kepada Allah SWT (selaku Penciptanmu) setiap saat.

Justeru, kamu mestilah sentiasa berakhlak mulia, kerana sesungguhnya kematian itu akan datang pada bila-bila masa sahaja.

Begitulah cuba kamu bayangkan, jika seorang pemimpin negara akan datang menziarahimu, sudah tentu kamu akan lakukan persiapan yang mantap, menghias rumah, memperbaiki mana-mana yang tidak betul dan bermacam-macam lagi.

Keempat: Janganlah mengumpul harta dunia lebih daripada keperluanmu untuk satu tahun.

Rasulullah s.a.w. sendiri menyediakan bekalan yang sebanyak itu sahaja untuk isteri-isteri baginda yang lebih kukuh imannya hanya dengan disediakan bekalan untuk sehari setengah sahaja. Bagi orang yang suka mengumpul harta hingga tidak sempat untuk menjenguk rumah Allah tujuan untuk beribadat kepada-Nya, maka orang itu akan disibukkan Allah SWT.

Saturday, October 24, 2009

kagum

kagum aku dengan mereka..
mereka2 yang berani tampil kehadapan
memegang mike..
bersuara dengan lancar dan yakinnya..
menyampaikan kata2 perangsang, nasihat, motivasi..
mengingatkan antara satu sama lain..
cukup berkaliber..
cukup membina..
bermakna ilmunya.

walaupun umur mereka sama saja dengan aku
mereka amat pandai berdakwah
memberi hujah2,contoh2
berlandaskan al-quran dan hadis..
pemuda-pemudi harapan bangsa.

aku??
rasa begitu cetek sekali ilmu kalau ingin bercakap soal ini
self-confidence yang amat kurang aku rasa
amat teruk sekali..
mungkin..
kerana kurangnya aku mengenai ilmu agama ni
mungkin juga..
aku bukan dari background yang kuat landasan agamanya
perasaan yang amat teruk
perlu dihakis secepat mungkin!

"Kehidupan dunia ini tidak lain kecuali permainan dan hiburan sedang kampung akhirat itulah hidup yang sebenar, andai mereka mengetahui" Al-Ankabut 64

ya..dunia ni hanya sementara..
akhiratlah matlamat utama kita..
aku perlu berubah!!
merangkak2, bertatih2 dan terus maju..
kena yakin, semangat & istiqamah
tiada yang mustahil
atikah boleh
yeah!

"Ya Allah..janganlah kau ambil nyawaku sebelum aku siap sedia..jadikan pengakhiran hidup ku dalam keadaan husnul khotimah..."amin..

****
SMAC induction course dah 2 hari berlangsung
baru lepas games..
volleyball and netball cukup penat
letih
sakit2 joint and muscle aku
almaklumlah dah lama tak bersukan
stretching pun ala kadar je tadi.
muka dah merah&kegelapan dek simbahan cahaya matahari
mau lunch
perut dah berkeroncong ni.
****

Thursday, October 22, 2009

Antara bersin dan menguap?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’alaa anhu, Rasulullah bersabda, :

“Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabila seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya”. (Shahih Bukhari, 6223)

Imam Ibn Hajar berkata:

“Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang.

Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)

Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.

Rasulullah bersabda:

"Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum "(HR. Bukhari, 6224)

Dan para doktor di zaman sekarang mengatakan, “Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh.

Dan hal ini terjadi ketika kita sedang mengantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!!

Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menapis udara seperti hidung.

Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai-bagai jenis mikroba, kuman dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan “menguap” ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.

Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba’ (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan.

Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh.

Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap. (Lihat Al-Haqa’iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155).

Dibaca dari:iLuvIslam
Bersumberkan:http://wishbeukhti.wordpress.com/